MEMILIH TEMAN

DENGAN SIAPA KITA BERGAUL

Termasuk hal membahagiakan juga manakala kita mendapatkan teman yang baru dalam kehidupan, yang memungkinkah menambah wawasan serta bisa berbagi dalam pengalaman diri. Dan mencari teman mungkin inilah sebagian dari tujuan kita agar kita mudah bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk bergaul dalam masyarakat dan berleluasa dengan masyarakat umum.  Dalam sebuah hadist juga kita dituntut untuk mencari sahabat sebanyak mungkin dan selalu menyambung silaturahim agar hidup ini penuh barokah.Namun dalam islam juga ada aturan untuk memilih teman agar kita sendiri tidak ikut serta dalam kesesatan.seperti hadist berikut:
“seseorang itu bergantung pada agama teman akrabnya. Maka hendaklah salah seseorang diantara kamu memperhatikan siapa yang dijadikan teman karab.”( HR tirmidzi )
Kita tau bahwa kita akan serupa dengan teman yang menjadi teman kita. Maka itu pandailah kita memilih teman yang mau dijadikan teman. Kita akan medapatkan apa-apa  yang menjadi nilai dari teman kita berupa akhlak dan ilmu yang serupa dari teman kita. Kiat memilih teman juga sama halnya dengan memilih akhlak untuk kita sendiri. Jika teman itu baik akhlaknya maka baiklah juga akhlak kita.
Dalam sebuah hadis menyebutkan ;
“perumpamaan teman duduk yang baik dan yang buruk ialah seperti pembawa minyak kasturi dan peniup cerobong api. Pembawa minyak kasturi adakalanya memberimu dan adakalanya engkau membeli darinya atau engkau akan mendapatkan aroma yang harum daripadanya. Sedangkan pembawa cerobong api adakalanya membakar pakaianmu dan adakalanya engkau akan mendapat bau yang busuk”. ( HR Buhari )
Hadist diatas inilah yang harus menjadi pedoman kita untuk memilih siapa yang akn menjadi teman kita. Teman kita diibaratkan tingkah kita yang akan datang sesudah berteman dengannya. Ada sebuah syair  yang menuliskan kata .” Bayangan mu tentang  teman mu adalah sama halnya dengan mu.” Atau dengan kata mutiara lama . “kamu dan teman mu adalah seperti kamu dengan bayangan mu sendiri.” Maka hal ini lah yang menjadikan sesuatu itu lebih disadari untuk memilih teman  yang akan dijadikan teman kita.
Sesungguhnya siapa yang suka bergaul dengan orang kaya,akan ditambah rasa cinta  kepada dunia. Siapa yang suka bergaul dengan orang miskin,akan ditambah rasa syuqur dan ridha kepada Allah. Siapa saja yang suka bergaul dengan lawan jenis (bukan muhrim ),akan diambah syahwat. Siapa saja suka bergaul dengan anak kecil,akan ditambah kesukaannya bermain-man dan bersenda gurau. Siapa saja yang suka bergaul dengan orang fasik,akan berani berbuat dosa. Siapa yang suka bergaul dengan orang sholeh,akan ditambahkan juga keimanannya. Dan barang siapa yang bergaul dengan para ulama,akan ditambahkan pemahaman ilmunya.
“janganlah kamu bersahabat kecuali dengan orang yang beriman” (HR Daud )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s